Laporan Tumbuhan Air2

 I.    PENDAHULUAN

 

 

 

A.  Latar Belakang

 

 

Tumbuhan air adalah tumbuhan yang tumbuh di air atau sebagian besar siklus hidupnya di air dan merupakan salah satu bagian penting dari ekosistem     perairan.     Kehadiran     tumbuhan     air     dalam     jumlah tertentu/terbatas    da perkembangan    populasinya    terkendali    akan membentuk  mikrohabitat  yang  dibutuhkan  oleh  ikan  sebagai  tempat berlindung, mencari makan (feeding ground), memijah (Spawning ground)

dan mengasuh anakan (nursery ground) (Indriatmoko, 2018).

 

 

 

Tumbuhan air memiliki hubungan dan perannya yang relatif penting bag kompone bioti lainny di  ekosiste peraira seperti   ikan. Keberadaan tumbuhan air ini dari segi jenis maupun kelimpahannya dapat menjadi  indikator  kondisi  lingkungan  perairan  tersebut.  Tumbuhan  air merupakan  tempat  berlindung  bagi  ikan-ikan  dewasa  maupun  juvenil (Barnet & Schneider, 1974). Tumbuhan air juga merupakan tempat yang disukai  oleh  ikan  sebagai  tempat  untuk  menempelkan  telur-telurnya (Suryandari & Sugianti, 2017)

 

Tumbuhan air efektif meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui proses fotosintesis. Karbondioksida dalam proses fotosintesis diserap dan oksigen dilepas ke dalam air. Menurut Boyd (1991) dalam Izzati (2002), proses  fotosintesis  mempunyai  manfaat  penting  dalam  akuakultur,  di antaranya adalah menyediakan sumber bahan organic bagi tumbuhan itu


2

 

 

 

 

sendiri  serta  sumber  oksigen  yang  digunakan  oleh  semua  organisme dalam  ekosistem  perairan.  Pengendalian  jenis  dan  jumlah  tumbuhan akuatik merupakan  salah satu cara untuk  mengelola  ekosistem  perairan (Puspitaningrum et al., 2012)

 

Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukannya praktek lapang mengenai tumbuhan air

B Tujuan dan Manfaat

 

 

 

Tujuan dari praktek ini yaitu praktikan dapat mendeskripsikan  dan mengetahui tumbuhan air yang didapat pada saat praktek lapang di kali biru Manfaa dar prakte in yaitu   praktika dapa memahami, mendeskripsikan serta mengetahui tumbuhan air yang di dapat pada saat praktek lapang di kali biru.


 

3

 

II.   TINJAUAN PUSTAKA

 

 

 

A.  Lamun

 

 

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan air berbunga (Anthophyta) yang hidup dan tumbuh terbenam di lingkungan laut, berpembuluh, berimpang (rhizoma), berakar,  dan  berkembang  biak  secara  generatif  (biji)  dan vegetative.  Lamun  juga  merupakan  satu-satunya  kelompok  tumbuhan yang  hidup  di  perairan  laut  dangkal  dan  tumbuh  padat  membentuk padang  lamun  denga kepadatan  mencapai   4.000  tegakan/m dan mempunyai biomassa sebesar 2 kg/m2 (Wagey, 2013).

Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang memiliki kemampuan beradaptasi secara penuh di perairan yang memiliki fluktuasi salinitas tinggi, hidup terbenam di dalam air dan memiliki rhizoma, daun, dan akar sejati. Lamun memiliki akar, batang  dan daun sejati sehingga dikategorikan  sebagai  tumbuhan  tingkat  tinggi  lamun  juga  berbunga, berbuah dan menghasilkan biji selain itu lamun dikenal sebagai tumbuhan berumah dua, yaitu dalam satu tumbuhan hanya ada bunga jantan saja atau bunga betina saja, cara membedakan lamun dapat dilihat dari bentuk morfologinya  yakni  dengan  melihat  bentuk  akar,  rhizoma,  batang  dan daun (Sakey et al., 2015)

Lamu merupaka tumbuha lau yan secar utu memiliki

 

perkembangan  system  perakaran  dan rhizoma  yang  baik.  Pada  sistem klasifikasi lamun   berad pada  Su kela Monocotyledoneae, kelas


4

 

 

 

Angiospermae. Dari 4 famili lamun yang diketahui, 2 berada di  perairan Indonesia      yaitu     Hydrocharitaceae    dan     Cymodoceae.      Famili Hydrocharitacea dominan  merupakan  lamun  yantumbuh  di  air tawar sedangkan  3 famili lain merupakan  lamun yang tumbuh  di laut (Umar,

2010)

 

 

B.   Makroalga

 

 

Makroalga  merupakan  alga  yang  berukuran  besar,  dari  beberapa centimeter (cm) sampai bermetermeter  Makroalga sebagian besar hidup di perairan  laut. Untuk dapat tumbuh,  makroalga  tersebut memerlukan substrat  untuk  tempat  menempel/hidup.  makroalga  epifit  pada  benda- benda lain seperti, batu, batu  berpasir, tanah berpasir, kayu, cangkang moluskadan epifit pada  tumbuhan lain atau makroalga  jenis yang lain (Marianingsih, 2013).

 

Makroalga merupakan tumbuhan yang belum dapat dibedakan bagian- bagian spesifik seperti akar, batang dan daun, akan tetapi  makroalga ini memiliki ciri spesifik yang dapat membedakannya dengan tumbuhan lain yaitu  thallus. Makroalga  memiliki  berbagai  macam  bentuk,  ukuran  dan warna yang dijadikan sebagai dasar pengelompokan (Ghazali et al., 2018)


 

5

 

III.    METODE PRAKTEK

 

 

 

A.  Waktu dan Lokasi Praktek

 

Praktek lapang planktonologi ini dilaksanakan pada hari Sabtu 11 Junii

 

 

2022 pukul 07-00 09.00 WITA.  Bertempat di Kali Biru Desa Bungkutoko

 

Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

 

B.  Alat dan Bahan

 

 

Alat dan bahan yang digunakan pada praktium ini dapat dilihat pada tabel 1

Tabel. 1. Alat dan Bahan beserta kegunaannya

 

No

Alat dan Bahan

Satuan

Kegunaan

1

Alat :

 

 

-

Kertas Laminating

-

Digunakan sebagai wadah sampel

 

-

 

Penggaris

 

-

 

Digunakan         sebagai     pengukur sampel

-

kamera

-

Digunakan sebagai dokumentasi

-

Gunting

 

Digunakan untuk memotong sampel jika adanya kerusakan

-

Buku identifikasi

-

Digunaka untu mengidentifikasi

sampel yang ditemukan

 

-

 

Kamera

 

-

 

Digunakan sebagai dokumentasi

-

Alat tulis

-

Digunaka untu mencata data sampel di lapangan

-

Kantong Plastik

-

Digunakan  sebagai wadah  menaruh

sampel yang telah ditemukan

-

Koran

 

Digunakan    sebagai    pembungkus

sampel

2

Bahan :

 

 

 

Tumbuhan air

-

Sebagai objek pengamatan


6

 

 

 

C.  Metod Praktek

 

 

1.   Menentukan Lokasi tempat pengambilan sampel

 

2.   Menyiapkan alat dan bahan

 

 

3.   Mencari dan mengambil sample tumbuhan air secara koleksi bebas

 

4.   Memotong beberapa bagian daun, batang atau pun akar yang rusak

 

 

5.    Mengumpulkan  semua  spesimen  kedalam  kantong  plastik  yang  di sediakan.

6.    Membersihkan  ulang  tumbuhan  air  diatas  meja  atau  tempat  yang dialas koran yang bersih khususnya pada bagian-bagian yang kurang baik.

7.   Melakukan herbarium pada tumbuhan air.


 

7

 

IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

 

A. Hasil

 

 

1.  Gambaran Umum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Lokasi Pengamatan. (Sumber : Dok. Pribadi, 2022) Provinsi  Sulawesi  Tenggara  terdiri  dari 10 Kabupaten  dan 2  Kota

 

 

dimana  Kota  Kendari  sebagai  salasatu Kota  yang  ada pada  Provinsi Sulawesi  Tenggara.    Kota  Kendari  secara  geografis  terletak  di  jazirah Tenggara Pulau Sulawesi dengan wilayah darat sebagian besar berada di daratan Sulawesi mengelilingi Teluk Kendari dan terdapat satu pulau yaitu pulau  Bungkutoko,   secara  geofrafi terletak  di  bagian  selatan  garis khatulistiwa,  berada  di antara  3054’30 - 403’11”  Lintang  Selatan  dan

122023 - 122039’ Bujur Timur.


 

 

 

A.  Hasil

 

 

1.  Klasifikasi  Thalassia Hemprici menurut  Rahmawati  et al.,  2014 adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Filu : Trachiophyta

Kelas  : Magnoliopsida

Ord :Alismatales

Famili :Hydrocharitaceae

Genus: Thalassia

Spesies : Thalassia Hempricii

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Lamun Thalassia Hempricii

(Dok. Pribadi. 2022)


 

 

 

2.  Klasifikasi     Enhalus Acoroides    menurut  Stevani  2018  adalah sebagai berikut :

 

 

 

Kingdom : Plantae

Filum  : Trachophyta

Kelas  : Magnoliopsida

Ord : Alismatales

Famili : Hydrocacharitaceae

Genus : Enhalus

Spesies : Enhalus acoroides

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Lamun Enhalus Acoroides

(Dok. Pribadi. 2022)


 

 

 

3.  Klasifikasi Alga Coklat (Padina australis) menurut Atmaja (1999)

 

 

adalah sebagai berikut :

 

 

 

Kingdom  : Plantae

Divisi  : Phaeophyta

Kelas  : Phaeophyceae

Ord : Dictyotales

Famili : Dictyotaceae

Genus : Padina

Spesies : Padina australis

 

Gambar 3. Padina australis

(Dok. Pribadi. 2022)


 

 

 

4.     Pembahasan

 

 

1. Lamun

 

 

a.   Morfologi

 

 

Lamun (Thalassia hemprichii) memiliki struktur tubuh mulai dari akar, daun, bunga hingga biji. Lamun beradaptasi penuh untuk dapat hidup pada lingkungan laut. Salah satu bentuk adaptasi lamun untuk dapat  bertahan  pada  lingkungannya  adalah  memiliki akar  rimpang (rhizome) yang membualamun mampu bertahan meskipun dengan arus laut yang cukup kencang. Selain itu lamun memiliki kemampuan untu melakuka polinas d bawa ai yan dikena dengan hidrophilus (Tangke 2010).

 

Ciri-ciri umum Enhalus acoroides merupakan  salah satu  lamun yanmempunyai  morfologi  yang  besar.  Enhalus acoroides  memliki rambut  rambut  berwarna  hitam  yang  tumbuh  pada  rhizoma  dan

memiliki akar yang banyak. Ujung daun tumbuhan ini terdapat gerigi. Enhalus acoroides di daerah  ini tumbuh  padsubstrat  pasir,  pasir berlumpur dan pasir pecahan karang. (Stevani., et al 2018)

b.  Habitat dan Penyebaran

 

 

 

Berdasarka hasi yan diperole pad prakte lapang tumbuha air  didapatka jenis  lamun   Thalassi hemprichii dan Enhalus acoroides didapatkan berada di perairan  dangkal yang agak berpasir  dan  terdapat  terumbu  karang,  daerah  tempat  lamun  ini


 

 

 

didapatkan masih dapat ditembuh oleh cahaya matahari hal ini sesuai dengan pernyataan Azkab (2006) yang menyatakan bahwa Tumbuhan ini dapat hidup dan berkembang baik pada lingkungan perairan laut dangkal  dan estuariaLamun biasanya tumbuh pada  substrat pasir, pasirlumpuran, lumpur-pasiran, lumpur lunak dan karang. Di samping itu, lamun dapat kita temukan tumbuh mulai dari daerah pasangsurut terendah sampai pada daerah subtidal dengan kedalaman hingga 40 m bahkan hingga 90 m selama masih ada sinar matahari.

 

c Faktor yang mempengaruhi

 

 

Enhalus acoroides  dan Thalassia hemprichii walaupun spesies  ini menyebar luas dan hal ini mengindikasikan  adanya kisaran terhadap temperatur atau suhu yang membuat spesies ini dapat bertahan hidup yaitu berkisar  280   300 oC. Dan Enhalus  acoroides dan Thalassia

hemprichii memiliki toleransi terhadap salinitas yang berbeda beda,

 

namun sebagian besar memiliki kisaran yang lebar terhadap salinitas yaitu antara 10 400 o/oo. Nilai optimum tolenransi terhadap salinitas

di air laut adalah 350 o/oo. Hal ini sesuai dengan Bapedal (1996), yang

 

menyatakan bahwa kisaran termperatur atau suhu yang optimal bagi lamun adalah 280 300 oC dan salinitas lamun berkisar antara 10

400 o/oo, kemampuan proses fotosintesi akan menurun dengan tajam

 

apabila  salinitas  dan  temperatur  perairan  di  luar  kisaran  optimal tersebut.


 

 

 

2.   Makroalga a.              Morfologi

Makroalga  yang ditemukan  pada praktek lapang tumbuhan  air  di

 

kalibiru yaitu alga coklat (Padina australis) yang memiliki bentuk daun lebar  dan  berwarna  coklat  terlihat  transpara daun  dar Padina australis ini licin dan halus hal ini sesuai dengan penyataan Van Gobel et  al  (2021)  yang  menyatakan  bahwa  alga  ini  memiliki  bentuk lembaran  yang  lebar  berwarna  coklat  transparan,  dikarenakan  di

dalam  thalusnya  terkandung  pigmen  xantofil,  yaitu  fukosantin  dan klorofil yang terdapat di dalam plastid.

 

b. Habitat dan Penyebaran

 

 

Hidup  melekat  pada  substrat  keras  di  dasar  perairan.  Padina australis memiliki  bentuk  thallus  seperti kipas, membentuk lembaran tipis (lobus)  dengan  garis-gari berambut  radial  da perkapuran

dipermukaan daun. Daunnya halus  dan  licin,  panjangnya  6-7  cm. Holdfas berbentu cakram  keci sert menempel  pad rataan terumbu  karang,  lebih  banyak  terdapat  pada  zona    intertidal  dan tumbuh pada substrat berbatu serta  membentuk zonasi (Abdullah et al., 2020)


 

 

 

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi

 

Padina sp. mempunyai kisaran pH agar dapat hidup. Apabila kisaran pH tidak bisa ditelorir oleh alga, maka alga tersebut akan mati, dan kisaran pH agar alga dapat berthan hidup adalah 6 7. Hal ini sesaui dengan pernyataan Setyawan (2015), yang menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi  kehidupan alga yaitu cahaya matahri, pH, dan  kemampuan  bersaing  dengan  alga  lain.  Dan  sejalan  dengan pernyataan Nontji (2007), yang mengatakan kisaran pH alga agar bisa bertahan hidup di perairan yaitu 6 7, kisaran pH yang kurang baik untuk alga yaitu 4 5, dan kisaran pH alga bisa langsung mati yaitu

2 3.


 

15

 

V.    KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

 

A.   Kesimpulan

 

 

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada praktek lapang tumbuhan air didapatkan tumbuhan air berupa lamun dengan spesies Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii didapatkan berada di perairan dangkal yang agak berpasi dan  terdapa terumb karang daera tempa lamu ini didapatkan masih dapat ditembuh oleh cahaya matahari. Makroalga yang

ditemukan pada praktek lapang tumbuhan air di kalibiru yaitu alga coklat dengan  spesies  Padina australis yang  memiliki  bentuk  daun  lebar  dan berwarna coklat terlihat transparan, licin dan halus.

 

B.   Saran

 

 

Saran yang dapat di sampaikan pada praktek lapang kali ini adalah di harapka denga dilakukanny praktek  lapang  ini,  praktika dapat membedakan beberapa jenis tumbuhan air.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Fisiologi Hewan Air : Moulting