Laporan Avertebrata Air : Filum Brachiopoda

 ABSTRAK

Invertebrata air merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang, invertebrata air merangkum 95% spesies hewan yang diketahui. Brachiopoda adalah hewan yang memiliki kesatuan tubuh yang difungsikan sebagai kaki dan lengan. Hewan ini termasuk kedalam hewan laut yang memiliki cangkang. Morfologi kerang lentera terdiri dari kerangka keras dari kapur seperti halnya kerang-kerangan. Anatomi atau bagian tubuh bagian dalam dari kerang lentera terdiri atas organ-organ seperti hati, saluran pencernaan (usus dan lambung), kelenjar pankreas, gonad, dan otot-otot. Tujuan dari praktikum ini untuk mengetahui filum Brachiopoda secara morfologi dan anatomi serta dapat mengamati dan mengklasifikasi dari filum Brachiopoda.

Kata Kunci : Anatomi, Filum Brachiopoda, Invertebrata Air, Morfologi 

I.  PENDAHULUAN

Latar Belakang

Invertebrata air merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang, invertebrata air merangkum 95% spesies hewan yang diketahui. Invertebrata menempati hampir setiap habitat bumi, mulai dari air mendidih yang dilepaskan oleh lubang sembur hidrotemal laut dalam hingga hingga ke tanah antartika yang berbatu dan beku (Lumenta, 2017).

Brachiopoda adalah hewan yang memiliki kesatuan tubuh yang difungsikan sebagai kaki dan lengan. Hewan ini termasuk kedalam hewan laut yang memiliki cangkang.  Brachiopoda memiliki dua kelas yaitu inartikulata dan artikulata.  Kelas inartikulata yaitu memiliki ukuran dan bentuk kedua keping cangkang yang hampir sama, sedangkan artikulata yaitu memiliki bentuk dan ukuran kedua keping cangkang yang tidak sama (Robinson & Lee, 2011).

Kerang lentera merupakan nama lokal untuk anggota filum brachiopoda yang dijumpai masih hidup hingga saat ini. Bitner et al (2012) & Samanta et al (2014), memaparkan bahwa kerang lentera dapat dijumpai meliang di bawah sedimen atau substrat pada zona intertidal suatu perairan. Berdasarkan tempat hidupnya.          Samanta et al (2015), memaparkan bahwa biasanya kerang lentera hidup di substrat lempung berpasir. Mitra & Pattanayak (2013), menyatakan bahwa kerang lentera lebih menyukai substrat berupa tanah lanau hitam yang mengandung materi dekomposisi dan lumpur yang berpasir. Sementara itu Goto et al (2014), menyatakan bahwa biasanya kerang lentera hidup meliang di bawah substrat dan berkoeksistensi dengan beberapa anggota filum lain, di antaranya ialah anggota filum Platyhelminthes, Arthropoda, dan Mollusca termasuk anggota filum Mollusca yang berasal dari kelas Bivalvia.

Morfologi kerang lentera terdiri dari  kerangka keras dari bahan kapur seperti  halnya kerang-kerangan. Kedudukan cangkang pada posisi menelungkup                 (dorsal-ventral) bentuk cangkang kerang lentera adalah lonjong, panjang dan permukaannya yang halus dan bergaris-garis, cangkang tipis dan rapuh dimana cangkang bagian bawah (ventral) pada umumnya lebih besar dari bagian atas (dorsal). Katup ventral lebih lancip dari pada dorsal dibagian posterior (Carlson, 2016).

Tubuh bagian dalam (anatomi) kerang lentera terdiri atas organ-organ seperti hati, saluran pencernakan (usus dan lambung), kelenjar pankreas, gonad dan otot-otot yang berfungsi sebagai penggerak organ seperti membuka dan menutup cangkang serta gerakan memutar tubuhnnya  (Huu, 2017).

Berdasarkan hal tersebut diatas maka sangat penting untuk dilakukan praktikum avertebrata air mengenai filum brachiopoda dengan tujuan untuk mengamati dan mengenal lebih jauh mengenai struktur tubuh morfologi dan anatomi filum brachiopoda.

.

 

 

 

 

 

Tujuan dan Manfaat

            Tujuan dari praktikum ini untuk mengetahui filum Brachiopoda secara morfologi dan anatomi serta dapat mengamati dan mengklasifikasi dari filum Brachiopoda.

            Manfaat dari praktikum ini yaitu dapat memahami ciri-ciri fisik meliputi morfologi dari filum Brachiopoda, dapat mengidentifikasi dan memahami bagian-bagian dari anatomi filum Brachiopoda, serta dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai jenis-jenis organisme dari filum brachiopoda.

 

II.  METODE PRAKTIKUM

Waktu dan Tempat

Praktikum ini di lakukan pada hari Jum’at 03 Desember 2021, pukul 06.30 sampai 09.40 WITA yang bertempat di laboratorium Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas perikanan dan ilmu kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu baki (dissecting-pan), pisau bedah (scapel), pinset, kaca pembesar/lup, jarum pentul, alat tulis, kertas HVS, lap kasar, lab halus, wadah/toples, buku identitas, formalin dan alkohol 70%. Bahan kerang lentera (L. unguis).

Metode Pengamatan

Adapun metode pengamatan pada praktikum ini adalah melakukan pengamatan pada organisme yang akan di praktikumkan, mengidentifikasi bagian-bagian organisme tersebut, melakukan pengamatan secara langsung (morfologi) dan pengamatan membedah (anatomi), dan menggambar bentuk organisme secara morfologi dan anatomi dan dilengkapi dengan bagian-bagian organisme yang telah diidentifikasi dan memberi keterangan pada setiap bagian-bagiannya serta membuat laporan sementara.

 

 

 

 

 

 

 

III.  HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

           Hasil pengamatan morfologi dan anatomi pada filum Brachiopoda dapat di lihat pada gambar 1 dan 2.

                                                   

 

 

 

                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

      Gambar 1. Morfologi  L. unguis                           Gambar 2. Anatomi  L. unguis

      (Sumber: Dok. Pribadi,2021)                                (Sumber: Dok. Pribadi, 2021)

 

    Ket : 1. Kaki                                                             Ket : 1. Mantel

             2. katup pendikel                                                      2.  Lophopore

             3. Priostakom                                                            3. Digestive glands

             4. cilia                                                                       4. gonad

                                                                                               5. Adductor muscle

                                                                                               6. Posterior adductor muscle

                                    

Pembahasan

Hasil pengamatan morfologi pada Kerang Lentera (L. unguis) yaitu memiliki dua cangkang yang terbuat dari zat kapur dan kedudukan cangkang pada posisi menelengkup. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lang & Puura (2013), yang mengatakan bahwa L. unguis memiliki dua cangkang yang terbuat dari zat kapur, yang terdiri dari dua tangkup. Anatomi  yang nampak pada kerang lentera (L. unguis) yaitu tentakel, nephridium gonad, cangkang, otot, lambung dan lophophore. Hal ini didukung oleh Yulia et al  (2011), yang menyatakan bahwa tubuh bagian dalam (anatomi) kerang lentera terdiri dari atas organ-organ seperti hati, saluran pencernaan (usus dan lambung), kelenjar pancreas, gonad dan otot-otot yang berfungsi sebagai penggerak organ seperti membuka dan menutup cangkang serta gerakan memutar tubuhnya yang disebut pedikel.

             Kerang lentera (L. unguis) hidup menempel pada substrat yang berpasir maupun berlumpur melalui suatu tangkai dan membuka tangkai sedikit untuk memungkinkan air mengalir diantara cangkang dan lofofor. Hal ini sesuai dengan pernyataan           Lindawaty et al (2016), bahwa kerang lentera banyak di temukan di daerah intertidal suatu perairan dan hidup di substrat berupa pasir dan lumpur.

             Kerang lentera tersebar luas di daerah tropis, terutama di daerah pasifik seperti kepulauan Indo-Malaya, perairan Jepang, China dan Philipina. Penyebaran kerang lentera ini juga berasosiasi dengan penyebaran kelas bivalvia. Hal ini sesuai dengan penyataan Lindawaty et al (2016), menyatakan bahwa penyebaran anggota mollusca selalu berasosiasi dengan kerang lentera yang dipengaruhi oleh hubungan timbal balik dari beberapa faktor lingkungan.

IV.  PENUTUP

Simpulan

            Simpulan dari praktikum ini ialah filum brachiopoda merupakan hewan invertebrata air yang hidup sebagai hewan bentik di laut. Struktur morfolgi dari biota ini terdiri dari tentakel, cangkang, dan tangkai sedangkan anatomi dari organisme kerang lentera (L. Unguis) terdapat neprhidium gonad, lambung, dan lophopore.

Saran

Saran saya untuk praktikum ini yaitu agar diadakan dana praktikum buat teman-teman yang pergi mencari bahan, dan saya harapkan dalam laboratorium diperbaiki bagian dasar lantai agar praktikan ketika masuk ke dalam laboratorium membuka alas kaki, karena itu akan membuat lebih nyaman dalam melakukan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Bitner, M. A., Dulai, A., Kocsis, L. & Müller, P. M. 2012. Lingula Dreger(Brachiopoda) from the Middle Miocene of Hungary. Annales Societatis Geologorum Poloniae. Vol. 82 (2): 39–43.

Carlson, S. J. 2016. The Evalution of Brachiopoda. California: Department of Earth and Planetary Sciences, University of California. Hal : 430

Goto, R., Ishikawa, H., Hamamura, Y., Sato, S. & Kato, M. 2014. Evolution of Symbiosis with Lingula (Brachiopoda) in the Bivalve Superfamily Galeommatoidea (Heterodonta), with Description of a New Species of Koreamya. Journal of Molluscan Studies. Vol. 80 (2): 148–160.

Huu, D. H. 2017. Biometric Relationships, Condition Factor and Relative Weight of Lingula Anatina (Lamarck, 1801) at Thuy Trieu Lagoon, Khanh Hoa, Vietnam. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies. Vol. 5 (3): 335-340.

Lang, L. & Puura, I. 2013. Phosphatized  organic  nanostructures  in  the  Cambrian linguloid  brachiopod  Ungula  inornata  (Mickwitz). Estonian Journal of Earth Sciences. Vol. 62 (3): 121-130.

Lindawaty, Dewiyanti, I. & Karina, S. 2016. Distribusi dan Kepadatan Kerang Lentera (L. unguis) berdasarkan Tekstur Substrat di Perairan Ulee Lheue Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Dan Perikanan. Unsyiah.                            Vol. 1(1): 114–123

Lumenta, C. 2017. Avertebrata Air. Unsrat Press. Manado. Hal : 165

Mitra, S. & Pattanayak, J. G. 2013. Studies on Lingula anatina (Brachiopoda: Inarticulata) in Subarnarekha Estuary, Odisha with Special Reference to Habitat and Population. Rec. Zool. Surv. India, Vol. 113 (3): 49–53.

Robinson, J. H. & Lee, D. E. 2011. Spine formation in Novocrania and Danocrania (Brachiopoda, Craniata). Memoirs of the Association of Australasian Paleontologists. Vol. 41 (3): 25-37.

Samanta, S., Choudhury, A. & Chakraborty, S. K. 2014. Morpho Anatomical Study of Lingula anatina Lamarck, 1801 from West Bengal Odisha coast, India. Journal of the Marine Biological Association of India. Vol. 56 (2): 26–33.

Samanta, S., Choudhury, A. & Chakraborty, S. K. 2015. Eco-biology of a Precambrian Intertidal Benthic Brachiopod, Lingula anatina from the confluence of Subarnarekha estuary with Bay of Bengal, India. Journal of the Marine Biological Association of India. Vol. 57 (1): 41–46.

Yulia, K., Dias, N., Siti, N., Ilhanul, H., Izzuddin, A., Radiyta, A., Annisa, P., Ulin, D., Anggarawati, Nugraha, R. & Chandra, E. 2011. the biology of brachiopods biologi brachiopoda. Hal : 277

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Fisiologi Hewan Air : Moulting