Laporan Fiswan : Osmosis dan Difusi
ABSTRAK
Fisiologi hewan air adalah ilmu yang mempelajari tentang proses- proses yang terjadi didalam tubuh organisme. Dalam hal ini terkhusus pada hewan yang hidup di perairan. Difusi merupakan salah satu proses pergerakan molekul atau ion melalui membran sel. Osmosis adalah pergerakan air melalui membran selektif permiabel. Cacing Laut (Nereis sp) adalah salah satu spesies cacing yang termasuk dalam polychaeta yang sering disebut juga cacing bersegman. Praktikum ini pada hari Jum’at tanggal 20 Mei 2022 pukul 08.30 – selesai bertempat di Laboratorium Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo. Tujuan dari praktikum ini adalah mengamati secara fisik proses difusi dan osmosis dan pengaruhnya terhadap organisme percobaan. Alat yang digunakan pada praktikum osmosis dan difusi yaitu timbangan digital , toples , hand rafraktometer, pengaduk , botol kecil transparan , dan stopwatch. Bahan yang digunakan yaitu air laut , air tawar, garam, tinta, cacing laut ( Neries sp), tisu dan kertas label. Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. Metode praktikum dilakukan dengan dua cara yaitu pengamtan proses osmosi dan difusi secara fsika dengan melihat reaksi yang terjadi pada botol kecil yang telah di isi tinta terlebih dahulu dengan kepekatan berbeda pada masing-masing media. Secara biologi dengan memasukan Nereis sp.dalam media yang tela di isi dengan air tawara dan air laut.
Kata kunci : Cacing laut (Nereis sp.), Difusi, Fisiologi hewan air, Osmosis.
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fisiologi hewan air adalah ilmu yang mempelajari tentang proses- proses yang terjadi didalam tubuh organisme. Dalam hal ini terkhusus pada hewan yang hidup di perairan (Dewi, 2017).
Difusi merupakan salah satu proses pergerakan molekul atau ion melalui membran sel, di mana molekul atau ion tersebut bergerak dari daerah yang mempunyai konsentrasi tinggi ke daerah yang mempunyai konsentrasi rendah dan tidak memerlukan energi (Winatasasmita, 2014).
Osmosis adalah pergerakan air melalui membran selektif permiabel. Osmosis terjadi ketika dua larutan mempunyai perbedaan konsentrasi total larutan atau osmolaliti. Larutan yang diketahui osmolalitinya merupakan isotonik. Osmosis tidak terjadi pada larutan isotonik, tetapi ketika osmolalit pada larutan yang berbeda, salah satu diantaranya harus mempunyai konsentrasi yang tertinggi (hypertonik), sementara yang lainnya disebut hypotonik. Air mengalir melalui membran dari larutan Hypotonik ke larutan Hypertonik (Waluyo & Wahyuni 2012).
Cacing Laut (Nereis sp) adalah salah satu spesies cacing yang termasuk dalam polychaeta yang sering disebut juga cacing bersegman atau berbulu sikat (Munairi & Abida, 2012).
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan praktikum osmosis dan difusi
Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mengamati secara fisik proses difusi dan osmosis dan pengaruhnya terhadap organisme percobaan.
Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengetahui proses difusi dan osmosis
II. METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum ini pada hari Jum’at tanggal 20 Mei 2022 pukul 08.30 – selesai bertempat di Laboratorium Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum osmosis dan difusi yaitu timbangan digital , toples , hand rafraktometer, pengaduk , botol kecil transparan , dan stopwatch. Bahan yang digunakan yaitu air laut , air tawar, garam, tinta, cacing laut ( Neries sp), tisu dan kertas label.
Metode Pengamatan
Adapun metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. Metode praktikum dilakukan dengan dua cara yaitu pengamtan proses osmosi dan difusi secara fsika dengan melihat reaksi yang terjadi pada botol kecil yang telah di isi tinta terlebih dahulu dengan kepekatan berbeda pada masing-masing media. Secara biologi dengan memasukan Nereis sp.dalam media yang tela di isi dengan air tawara dan air laut.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh adalah sebagai berikut.
Hasil Pengamatan Secara Fisik
Air tawar ( 0 ppt ) | Air Laut ( 40 ppt) |
W0 = 40 gram | W0 = 40 gram |
W1 = 38 gram | W1 = 38 gram |
W0 – W1 = 2 gram | W0 – W1 = 2 gram |
Dalam waktu 10 menit proses tersebut tidak sampai isotonik, tetapi pada larutan 0 ppt lebih lama menyebar daripada larutan 40 ppt yang lebih cepat menyebar.
Hasil Pengamatan Secara Biologi
Air Tawar ( 0 ppt ) | Air Laut ( 40 ppt ) |
W0 = 1 gram | W0 = 2 gram |
W1 = 2 gram | W1 = 3 gram |
W3 = 2 gram | W3 = 2 gram |
Pembahasan
Pengamatan Secara Fisik
Berdasakan pengamatan pada saat proses fisika berlangsung pada media air tawar penyebaran sangat cepat, hal ini sesuai dengan pernyataan Gusnedi (2013), bahwa proses difusi terjadi karena suatu cairan atau tinta yang bersifat kental sehingga mudah menyebar ke bagian-bagian air lainnya dan konsentrasinya menjadi lebih rendah dan hamogen di setiap tempat.
Berbeda dengan di air laut penyebaran tinta relatif lambat hal ini di karenakan faktor kadar suhu dapat berpengaruh karena jika suhu memiliki kadar yang tinggi maka akan lebih cepat menyebar atau bercampur namun demikian apabila kadar suhu rendah maka sangat akan lambat dalam menyebar. Hal ini sesuai dengan Muris (2015), yang mengatakan bahwa suhu yang memiliki kadar tinggi maka akan lebih cepat menyebar atau bercampur dan begitupun sebaliknya.
Pengamatan Secara Biologi
Pengamatan proses biologi dengan menggunakan cacing laut (Nereis Sp.) saat cacing laut di masukan ke dalam media yang berisi air laut sifatnya sangat agresif namun
setelah beberapa menit cacing laut tersebut akan bersifat pasif (mati) hal ini sesuai dengan pernyataan Wibowo (2019), bahwa Nereis sp. mampu beradaptasi terhadap kenaikan salinitas, tetapi tidak akan bertahan lama apabila salinitas melebihi batas osmoregulasinya. Hal ini juga sesuai dengan Hermawan et all., (2014), yang mengatakan pada salinitas rendah cacing laut melakukan proses osmoregulasi yang tinggi, sehingga mengeluarkan banyak energi. Oleh karena itu pada percobaan kedua cacing tersebut bergerak aktif karena mendapatkan tingkat salinitas yang berbeda sehingga dia melakukan rangsangan dan osmoregulasi.
Hal ini sangat berbanding terbalik dengan cacing laut yang di masukan ke dalam wadah yang berisi air tawar, cacing laut tersebut akan bersifat pasif dan beberapa lama kemudian akan mengeluarkan cairan dimana hal ini di lakukan cacing laut guna menyesuaikan tekanan osmotic yang ada di dalam tubuhnya dengan lingkungan sekitar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Puspita, (2018) apabila semakin rendah salinitas lingkungan dapat menyebabkan semakin besar perbedaan tekanan osmotic tubuh dengan lingkungan sehingga energi untuk osmoregulasi semakin besar.
IV. PENUTUP
SIMPULAN
Adapun simpulan dari praktikum ini yaitu proses difusi dan osmosis pada larutan dengan kadar salinitas 0 ppt dan 40 ppt memiliki perbedaan kecepatan penyebaran zat terlarut dimana larutan 0 ppt lebih lama menyebar daripada larutan 40 ppt yang lebih cepat menyebar dan selain itu sangat berpengaruh juga terhadap organisme percobaan yaitu cacing laut (Nereis sp.) yang mengalami pergerakan yang berbeda pada setiap percobaan. Kadang cacing itu bergerak aktif dan kadang juga tidak aktif pada salinitas yang berbeda sehingga harus melakukan penyesuaian dengan lingkungannya sehingga mengeluarkan banyak energi.
SARAN
Saran saya dalam praktikum ini ialah sebaiknya praktikum ini di lakukan jangan terlalu santai dalam laboratorium agar praktikan tidak melakukan hal-hal yang di luar dari praktikum.
Komentar
Posting Komentar