Laporan Fiswan : Komsumsi Oksigen
ABSTRAK
Fisiologi organisme laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses-proses yang terjadi didalam tubuh hewan yang siklus hidupnya berada di perairan. Oksigen terlarut merupakan salah satu parameter penting yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan dalam kegiatan budidaya. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu spesies yang paling populer di budidayakan. Praktikum konsumsi oksigen dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2022, pukul 08.00 - 10.00 WITA, yang bertempat di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari. Tujuan dari praktikum kali ini yaitu untuk mengetahui oksigen yang di butuhkan oleh organisme air dalam membantu proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh dan konsumsi oksigen berdasarkan ukuran (berat). Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu toples (12 unit), thermometer air raksa (1 unit), DO meter (1 unit), timbangan digital (1 unit), dan seser (1 buah). Dan adapun bahan yang digunakan yaitu ikan air tawar, isolasi/selotip, tissue, air laut, dan air tawar.
Kata Kunci :Fisiologi organisme laut, Ikan nila (Oreochromis niloticus), Oksigen terlarut.
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fisiologi organisme laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses-proses yang terjadi didalam tubuh hewan yang siklus hidupnya berada di perairan ( Esnaeni, 2019 ).
Oksigen terlarut merupakan salah satu parameter penting yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan dalam kegiatan budidaya. Tingkat paparan oksigen terlarut yang rendah dalam sistem budidaya dapat mengakibatkan kematian pada ikan. selain berpotensi menyebabkan kematian, konsentrasi oksigen yang rendah dapat berdampak negatif terhadap aktivitas dan reproduksi, pertumbuhan, konsumsi makanan, dan keadaan fisiologis ikan Nila (Atmadi, 2018).
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu spesies yang paling populer di budidayakan. Selain itu, ikan nila juga dikenal memiliki kemampuan yang baik dalam beradaptasi, pertumbuhannya yang cepat, dan juga toleran terhadap kondisi hipoksia, sehingga spesies ini sangat cocok sebagai objek penelitian tentang hipoksia (Zhao et al., 2014).
Oksigen merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup. Tingkat oksigen darah normal adalah pengukuran saturasi oksigen dalam darah. Sel darah merah mengandung molekul yang dikenal sebaga ihemoglobin yang mengikat oksigen atmosfer, dan membawanya keberbagai bagian tubuh. Bila ada jenis variasi dalam kadar oksigen dalam darah, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Oksigen berdifusi dari bagian konduksi paru kebagian respirasi paru sampai alveoli, membrane basalis dan endotelkapiler (Kaprawi et all., 2016).
Konsumsi oksigen dilakukan oleh semua organisme melalui proses respirasi dan perombakan bahan organik pernafasan dan konsumsi oksigen adalah parameter fisiologis yang penting untuk menilai toksisitasracun (Maharja et all., 2013) .
Berdasarkan uraian di atas maka sangat perlu dilakukan praktikum komsumsi oksigen
Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum kali ini yaitu untuk mengetahui oksigen yang di butuhkan oleh organisme air dalam membantu proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh dan konsumsi oksigen berdasarkan ukuran (berat).
Manfaat dari praktikum ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu mengetahui mekanisme konsumsi oksigen pada organisme.
II. METODE PRAKTIKUM
Waktu danTempat
Praktikum konsumsi oksigen dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2022, pukul 08.00 - 10.00 WITA, yang bertempat di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu toples (12 unit), thermometer air raksa (1 unit), DO meter (1 unit), timbangan digital (1 unit), dan seser (1 buah). Dan adapun bahan yang digunakan yaitu ikan air tawar, isolasi/selotip, tissue, air laut, dan air tawar.
Metode Pengamatan
Metode pengamatan yang dilakukan pada praktikum ini yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap kebutuhan oksigen pada organisme yang di amati. Organisme yang diamati yaitu ikan air tawar dan air laut. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah menyiapkan toples dengan media (air tawar/air laut) sebanyak jumlah ukuran ikan yang akan di uji, lalu memasukkan air secara perlahan-lahan kedalam toples secar ahati-hati sampai leher toples, dan mengukur suhu dengan menggunakan thermometer, kemudian mengukur kelarutan oksigen dan memasukkan ikan kedalam toples lalu menutupnya rapat-rapat agar tidak ada oksigen yang dapat berdifusi kedalam air, termasuk topes yang tidak berisi organisme, lalu diamkan. Setelah 24 jam lalu mengukur oksigen terlarutnya. Kemudian menimbang biomassa satu ekor ikan masing- masing dan catat beratnya, membuat laporan sementara menurut format yang telah di tentukan pada buku penuntun praktikum, kemudian membersihkan alat- alat yang telah digunakan pada praktikum tersebut.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
DO Awal
| DO Akhir | Massa ikan
| |
Air Laut | Air Tawar | ||
7,0 | 4,7 | 2,6 g | 5,7 g |
Pembahasan
Bersadasarkan hasil pengamatan di atas diperoleh nilai oksigen awal sebelum di konsumsi yaitu 7.0. Sedangkan nilai oksigen sesudah konsumsi yaitu 4.7. Konsumsi oksigen ditandai dengan adanya peningkatan suhu. Sesuai dengan pernyataan Afrianto dan Liviwati (2015) salah satu faktor yang mempengruhi konsumsi oksigen adalah suhu. Peningkatan suhu akan mendukung laju respirasi dan demikian laju penggunaan oksigen juga meningkat.
Konsumsi ikan juga tergantung pada kelarutan oksigen di dalam air kelarutan oksigen di pengaruhi oleh salinitas dan suhu. Hal ini sesuai menurut Bosman et all., (2013), yang mengatakan bahwa kelaruan oksigen akan berkurang dengan naiknya suhu dan salinitas, dan jumlah oksigen akan bervariasi sesuai dengan variasi parameter tersebut.
IV. PENUTUP
Simpulan
Adapun simpulan dari praktikum ini yaitu pernafasan dan konsumsi oksigen adalah parameter fisiologis yang penting untuk menilai toksisitasracun. Dimana didapatkan oksigen sebelum di konsumsi yaitu 7.0 dan oksigen sesudah di konsumsi yaitu 4,7. Dengan massa ikan air laut sebesar 2,6 g dan massa ikan air tawar sebesar 5,7 g.
Saran
Adapun saran yang dapat diberikan pada praktikum ini yaitu praktikan diharapkan dapat menjaga ketenangan ketika proses praktikum berlangsung dan dapat menjaga kebersihan di dalamr uangan Laboratorium.
Komentar
Posting Komentar