Laporan Fisiologi Hewan Air : Hipofisa
ABSTRAK
Fisiologi hewan air adalah ilmu yang mempelajari tentang proses - proses yang terjadi didalam tubuh organisme. Dalam hal ini terkhusus pada hewan yang hidup di perairan. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan nokturnal yang aktif pada malam hari Ikan nila mampu beradaptasi terhadap perubahan cahaya lingkungan karena memiliki jumlah sel kon yang banyak pada retinanya. Kelenjar hipofisa adalah organ yang ukurannya relative kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuh yang terletak pada bagian dasar otak. Kelenjar hipofisa memiliki bentuk sebesar biji kacang dengan warna yang terdapat pada kelenjar ini berwarna putih susu. Praktikum ini pada hari Jum’at tanggal 20 Mei 2022 pukul 08.30 – selesai bertempat di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pengambilan hipofisa bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan posisi hipofisa pada ikan serta proses pembedahan dan pemisahannya. Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. Menyiapkan baki dan pisau bedah (menggunakan pisau tajam), mengambil ikan Nila yang akan dibedah, kemudian meletakkan obyek pengamatan diatas baki dengan posisi punggung menghadap keatas memotong tepat dibelakang tutup insang atau menempatkan pisau bedah pada batas antara kepala dan badan (body) dari ikan Nila hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya, membedah tepat diatas meja (dissecting pen) hingga kerangka kepala dan otaknya tampak, menggunakan pinset untuk mengambil kelenjar hipofisa yang ukuranya sebesar biji kacang, melakukan pengamatan dan mengambar bagian kepala yang telah dibedah.
Kata kunci : Fisiologi hewan air, Ikan nila (Oreochromis niloticus), Kelenajar Hipofisa.
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fisiologi hewan air adalah ilmu yang mempelajari tentang proses - proses yang terjadi didalam tubuh organisme. Dalam hal ini terkhusus pada hewan yang hidup di perairan. Proses - proses yang dipelajari dalam ruang lingkungan hidup fisiologi hewan air meliputi system adaptasi, respirasi, sirkulasi, pencernaan, metabolisme, pertumbuhan, bioenergetika, osmoregulasi, ekskresi, reproduksi, syaraf dan system hormon (Dewi, 2017).
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan nokturnal yang aktif pada malam hari Ikan nila mampu beradaptasi terhadap perubahan cahaya lingkungan karena memiliki jumlah sel kon yang banyak pada retinanya. Jika intensitas cahaya lingkungannya rendah ikan nila memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya biru dan hijau (Susanto & Hermawan, 2013).
Kelenjar hipofisa adalah organ yang ukurannya relative kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuh yang terletak pada bagian dasar otak. Kelenjar hipofisa memiliki bentuk sebesar biji kacang dengan warna yang terdapat pada kelenjar ini berwarna putih susu. Salah satu ikan yang dapat diambil kelenjar hipofisanya yaitu ikan nila (O. niloticus). Kelenjar hipofisa sangat penting pada hewan vertebrata, karena kelenjar hipofisa berfungsi mempengaruhi proses pada perkembangan kematangan gonad ikan dengan cara memberikan rangsangan secara hormoral, dapat dilakukan dengan cara menyuntikan hormon ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hipofisa juga dapat mempengaruhi proses pemijahan pada ikan. Perkembangbiakan tergantung pada kesepian induk yang matang bergantung kepada keseipan induk yang matang gonad dan biasanya terjadi pada musim-musim tertenju saja (Erwin dan Kaleseran, 2017).
Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pengambilan hipofisa bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan posisi hipofisa pada ikan serta proses pembedahan dan pemisahannya.
Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa memahami pengambilan hipofisa bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan posisi hipofisa pada ikan serta proses pembedahan dan pemisahannya.
II. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini pada hari Jum’at tanggal 20 Mei 2022 pukul 08.30 – selesai bertempat di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo.
Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat bedah, Baki (Dissecting pen), dan kain lap. Dan bahan yang digunakan adalah Ikan Nila (O. niloticus).
Metode Pengamatan
Adapun metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. Menyiapkan baki dan pisau bedah (menggunakan pisau tajam), mengambil ikan Nila yang akan dibedah, kemudian meletakkan obyek pengamatan diatas baki dengan posisi punggung menghadap keatas memotong tepat dibelakang tutup insang atau menempatkan pisau bedah pada batas antara kepala dan badan (body) dari ikan Nila hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya, membedah tepat diatas meja (dissecting pen) hingga kerangka kepala dan otaknya tampak, menggunakan pinset untuk mengambil kelenjar hipofisa yang ukuranya sebesar biji kacang, melakukan pengamatan dan mengambar bagian kepala yang telah dibedah.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh adalah sebagai berikut.
![]() |
Gambar 1. Bentuk dan posisi kelenjar Hipofisa pada ikan Nila
(Sumber: Dok. Google, 2022)
Bentuk kelenjar hipofisa pada ikan Nila seperti kacang dan memilki warna putih pucat serta memiliki tekstur yang kenyal atau lunak.
Hasil yang di peroleh dari organisme yang diamati yaitu kelenjar hipofisanya memiliki warna putih susu dan terletak di bagian bawah otak. Kelenjar hipofisa berfungsi dapat mempengaruhi proses pemijahan pada ikan karena terdapat hormon yang dapat merangsang proses pemijahan. Hal ini sesuai dengan pernyatan Mardhatillah et all., (2018), yang menyatakan bahwa kelenjar hipofisa dapat digunakan karena mengandung gonadotropin semacam LH yang dimana hormon ini akan merangsang ovarium untuk mempercepat proses pemijahan
IV. PENUTUP
Simpulan
Adapun simpulan dari praktikum ini adalah Kelenjar hipofisa ikan terletak di bawah otak sebelah depan. Kelenjar ini menempel pada infundibulum dengan suatu tangkai yang agak panjang atau pipih. Bentuk kelenjar hipofisa pada ikan Nila seperti kacang dan memilki warna putih pucat serta memiliki tekstur yang kenyal atau lunak.
Saran
Saran yang dapat diberikan dalam praktikum ini yaitu praktikan harus mengetahui pengambilan hipofisa bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan posisi hipofisa pada ikan serta proses pembedahan dan pemisahannya dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, R. N., 2017. FISIOLOGI HEWAN AIR. Yogyakarta : Aswaja Pressindo. 72 hlm
Erwin, A, A dan Kalesaran, O., 2017. Pengaruh Ovaprim, Aromatase Inhibitor, dan Hipofisa Kualitas Telut Ikan Lulo Dumbo. Jurnal Ovapri, Vol. 5 (1) : 12-20.
Mardhatillah, H., Efrizal dan Rahayu, R. 2018. Pengaruh Ekstrak Kelenjar Hipofisa ayam Broiler dalam Mempercepat Respon Ovulasi Ikan Koi (Cyprinus corpio L.). Jurnal of Biologis Sciences. Vol. 1 : 28-35. ISSN : 2302-5697.
Susanto, A., Hermawan, D. 2013. Tingkah Laku Ikan Nila Terhadap Warna Cahaya Lampu Yang Berbeda. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan. Vol. 2 No.1 Hal : 47-53. ISSN 2302-6308.

Komentar
Posting Komentar